You are here: Home Utama Zaman Mekah
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ini Sejarah Kita

menyingkap detik-detik sejarah kita sebagai muslim

Zaman Mekah

Pembinaan Kader-Kader Dakwah Era Mekah

E-mail Print PDF

Era Mekah merupakan tahapan dakwah pertama yang sangat penting dalam sejarah Islam yang perlu di kaji dan di fahami. Kerana pemahaman yang jelas terhadap proses pembinaan para sahabat atau kader-kader dakwah untuk menjadi tonggak dakwah akan memberikan kita suatau gambaran yang sungguh unik tentang gerak kerja dakwah Rasulullah SAW. Sepanjang period 13 tahun di Mekah, di kisahkan hanya lebih kurang 313 sahaja orang yang menerima dakwah Rasulullah, yang mana majoritinya terdiri daripada golongan bawahan; hamba dan orang miskin.

 

Rasûlullâh saw. Hijrah ke Madînah

E-mail Print PDF

Dalam tempo yang singkat seluruh sahabat telah hijrah dari Makkah ke Madînah dan Rasûlullâh saw. pun merasa tenteram dengan keadaan mereka di tempat hijrahnya yang baru, maka Beliau pun bersiap-siap berangkat menyusul mereka.

 

Menjelang Hijrah

E-mail Print PDF

Dengan gigih Rasûlullâh saw. terus melanjutkan da'wahnya dengan sasaran yang lain, yaitu setiap Beliau mendengar ada orang yang datang dari luar kota Makkah, Beliau segera mencari dan menghampiri orang itu dan menyerunya kepada Islâm. Dan pada tahun ke sebelas periode Makiyyah, serombongan dari qabilah Khazraj datang ke Makkah. Qabilah Khazraj adalah salah-satu dari dua qabilah yang menetap di Madînah, yang satunya lagi adalah qabilah Aus.

 

Tahapan-Tahapan pada Periode Makiyyah

E-mail Print PDF
Tahapan-Tahapan pada Periode Makiyyah: -- Terdiri dari Tiga Tahap:

Tahap Pertama dan Kelompok Islâm yang pertama:

Tahap pertama dari periode Makiyyah berlangsung selama lebih kurang lima tahun, dimulai dari da'wah Rasûlullâh saw. kepada keluarganya yang terdekat dan orang-orang yang dekat dengan keluarganya. Mereka itu ialah: Khadîjah isteri Beliau, yang merupakan wanita pertama yang masuk Islâm, kemudian Abû Bakar,

 

Perjuangan Periode Mekah

E-mail Print PDF
Risalah Muhammad saw.

Rasûlullâh saw. melakukan tugasnya menyampaikan risalahnya kepada manusia dengan menghadapi berbagai macam rintangan yang besar, karena tidak mudah bagi manusia -- yang Beliau seru -- untuk meninggalkan sistim kehidupan mereka yang lama, apalagi mereka sudah menghambakan diri kepada sistim tersebut dalam masa yang sangat panjang. Namun, Rasûlullâh saw. terus berjuang dengan sabar dan keimanan yang kuat sehingga Beliau berhasil menegakkan risalah Islâm dengan sempurna.
 

Turunnya Wahyu dan Diutus Menjadi Nabi

E-mail Print PDF
Ketika usianya mendekati empat-puluh tahun, kecenderungannya menyendiri dan merenung semakin bertambah, kemudian Beliau pun mulai suka berkhalwat. Dan itu dilakukannya di sebuah gua yang terletak di puncak gunung di luar kota Makkah, yang terkenal dengan sebutan gua Hirâ', sedangkan gunung itu disebut gunung Nûr atau Jabal Nûr.
 

Berniaga dan Pernikahan dengan Khadijah

E-mail Print PDF
Kesibukannya Berniaga dan Mendapat Gelar "Al-Amîn"

Ketika usianya menginjak sepuluh tahun, Beliau diajak oleh Abû Thâlib, pamannya untuk berangkat berniaga ke negeri Syâm bersama-sama rombongan kafilah dagang Quraisy lainnya. Ini awal dari proses Beliau menjadi saudagar sebagaimana ayahnya dulu. Dan berniaga merupakan profesi kaum Quraisy secara turun-temurun, sebagaimana disebutkan Allâh dalam surah Quraisy (106).

 

Menggembala Kambing

E-mail Print PDF
Normal 0 false false false st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Setelah dua tahun di bawah asuhan 'Abdul-Muthalib, yaitu ketika usia Beliau menginjak delapan tahun, 'Abdul-Muthalib pun wafat. Maka Beliau pun diambil oleh Abû Thâlib, salah seorang pamannya yang memiliki anak yang banyak.

Abû Thâlib merupakan pengganti 'Abdul-Muthalib dalam kepemimpinan kota Makkah, dan ia telah menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk memelihara Ka'bah dan menjamu orang-orang yang berhaji, dan juga untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan sehingga membuatnya jatuh miskin dan hampir-hampir menjatuhkan kedudukannya yang mulia.

Rasûlullâh saw. yang ketika itu masih berusia delapan tahun, berusaha meringankan beban pamannya itu dengan bekerja menggembalakan kambing milik sebagian penduduk Makkah dengan upah yang minim.

Pekerjaan menggembala kambing menumbuhkan sifat-sifat positif dalam diri Beliau, seperti sifat tanggung jawab, lemah lembut, penuh perhatian dan kewaspadaan. Sejumlah sifat yang harus dimiliki oleh setiap penggembala agar ia dapat menjaga ternaknya dengan baik. Ini pun merupakan kehendak Allâh SWT. dan juga sebagian dari rencana-Nya yang tersusun bagi Beliau, agar di kemudian hari Beliau mampu memikul tanggung jawab sebagai pembawa risalah. Dan pekerjaan menggembala kambing merupakan pendidikan Allâh bagi sebagian besar para nabi, sebagaimana sabda Beliau :

مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ رَعِيَ الْغَنَمَ

Artinya :

"Tidak ada seorang nabi pun melainkan ia pernah bekerja menggembala kambing".

 

Dari Kelahiran Muhammad saw. sampai Diutusnya

E-mail Print PDF
Muhammad Rasûlullâh saw. dilahirkan di Makkah pada tahun 571 M. bersamaan dengan masuknya Abrahah -- gubernur Yaman -- ke kota Makkah dengan pasukan gajahnya yang terkenal untuk menghancurkan Ka'bah. Dan pasukan itu dihancurkan Allâh SWT. dengan burung Abâbîl, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Fîl yang artinya "gajah". Itulah sebabnya tahun kelahiran Rasûlullâh saw. disebut "Tahun Gajah".
 
Ini Sejarah Kita

Infaq

Bahan Tarbiyyah

Rajah ISK

Adakah Kau Lupa

Dengan Kerjasama