|
|
|
Tafsir - Surah Al-Lahab (Al-Masad) |
|
|
|
|
Written by admin
|
|
Saturday, 28 February 2009 17:27 |
Para pembaca, semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa merahmati kita semua. Setiap insan tentu berharap dan mendambakan kehidupan yang bahagia di dunia dan lebih-lebih di akhirat kelak. Hal ini tidaklah bisa dicapai kecuali dengan menerima segala apa yang datang dari Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
|
|
Surah al-Muthafifin : 26 - Lumba |
|
|
|
|
Written by admin
|
|
Friday, 24 October 2008 03:00 |
|
“… Dan untuk yang demikian, maka hendaknya orang berlumba-lumba”
(al-Muthafifin : 26)
Ungkapan ini amat mendalam dan mengandungi banyak erti, iaitu orang-orang yang curang yang makan harta orang lain secara haram dan tidak pernah terfikir bahawa mereka akan dihisab di Akhirat, malah mereka tidak percayakan Hari Hisab dan Balasan, dan hati mereka telah dikarati pula oleh dosa dan maksiat … Orang-orang seperti ini hanya berlumba-lumba untuk merebut harta kekayaan dan kenikmatan dunia yang sedikit. Setiap orang dari mereka berlumba untuk mendapat habuan yang sebanyak mungkin. Mereka sanggup melakukan kezaliman-kezaliman dan membuat kerja-kerja yang berdosa untuk mencapai kenikmatan dunia yang fana.
|
|
Last Updated on Tuesday, 27 January 2009 14:12 |
|
Written by admin
|
|
Monday, 19 November 2007 21:22 |
|
Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (An-Nisa’: 58).
Keterangan dan kandungan ayat:
Amanat yaitu; segala sesuatu yang dipercayakan kepada manusia dan diperintahkan untuk dikerjakan. Dalam ayat ini Allah memerintahkan hambanya untuk menyampaikan amanat secara sempurna, utuh tanpa mengulur-ulur/menunda-nundanya kepada yang berhak. Amanat itu mencakup perwalian, harta benda, rahasia, dan perintah yang hanya diketahui oleh Allah.
2. Firman Allah: “Dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan hukum dengan adil”, mencakup menetapkan hukum dalam masalah pertumpahan darah, harta, dan kehormatan. Baik sedikit atau banyak, terhadap karib kerabat atau orang lain (yang tidak memiliki hubungan kerabat), orang yang fasik atau orang yang saleh dan musuh sekalipun. Allah berfirman: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (Al Maidah:8).
Maksud “Adil” di sini adalah, memberikan sanksi-sanksi dan hukuman sesuai dengan yang telah disyariatkan oleh Allah melalui rasul-Nya.
3. “Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”, Yang demikian ini adalah pujian Allah atas perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya, yang mencakup maslahat dunia dan akhirat menghindarkan mereka dari berbagai macam mudarat kepadanya. Karena (perintah dan larangan tersebut) berasal dari yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Yang Maha Mengetahui kemaslahatan hamba-hambanya yang tidak mereka ketahui.
Lihat, Tafsir Ibnu Sa’di, halaman 148 (cetakan Luwaihiq)
|
|
Last Updated on Monday, 05 January 2009 17:16 |
|
Monday, 19 November 2007 21:21 |
|
Allah berfirman: “Orang-orang yang telah Kami berikan Alkitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi”.(Al-Baqarah:121) Ayat ini mengandung hal-hal sebagai berikut: 1. Sifat sahabat-sahabat Nabi dalam mengikuti Alquran dan mengamalkannya. Abdullah bin Abbas berkata: “Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya.” Ia berkata, “Maksudnya adalah mengikuti Alquran dengan yang sebenar-benarnya, menghalalkan apa yang telah dihalalkan, dan mengharamkan apa yang telah diharamkan serta tidak menyelewengkannya dari tempat-tempatnya.” Qatadah berkata: “Mereka itulah sahabat-sahabat Muhammad saw. yang telah beriman kepada kitab Allah dan membenarkannya, menghalalkan yang telah dihalalkan dan mengharamkan yang telah diharamkan, serta mengamalkan apa yang ada di dalamnya.” 2. Alquran diturunkan untuk direnungkan dan diamalkan. 3. Menganjurkan seorang muslim agar meneladani para pendahulunya, yaitu para sahabat Rasul dan tabiin dalam merenungkan kitab Allah, mempelajarinya dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya. Tafsir Thabari, jilid 1, halaman 518-520
|
|
Last Updated on Thursday, 01 May 2008 16:05 |
|
Written by admin
|
|
Monday, 19 November 2007 18:24 |
|
Terjemahan Oleh: Cahaya Pembela Surah Takathur diceritakan di dalam Al-Quran di dalam dua bentuk, iaitu amwaal dan/atau awlaad. Kedua-duanya bermaksud kelalaian dari mengingati Allah dan Allah turunkan surah ini adalah untuk memperingati manusia dari kelalaian dan seharusnya kita mengingati Allah dalam semua perkara yang dilakukan oleh kita. Di dalam surah At-Taubah ayat 69 [9:69] kita sepatutnya mengambil pengajaran dari orang yang hidup sebelum kita, seperti yang diceritakan di dalam Al-Quran tentang kaum-kaum yang lalu. Mereka memiliki kekuatan, kekayaan, dan kuasa. Tetapi mereka akhirnya dimusnahkan oleh Allah akibat kesombongan dan juga akibat kebiadaban terhadap rasul Allah, apatah lagi mereka langsung tidak bersyukur dengan apa yang mereka terima.
|
|
Last Updated on Thursday, 01 May 2008 16:05 |
|
|
|
|
|